Testimoni herbavi Herbal Rahasia Wanita

Penyebab Seringnya Keguguran Kandungan

Keguguran janin - USGSaat keguguran 5 tahun yang lalu, Metha yakin tidak mengalami masalah serius. Apalagi belum sampai setahun dia sudah hamil lagi.

Metha mulai waswas ketika kandungan keduanya gugur juga. Oleh dokter ia diminta melakukan pemeriksaan hormon dan TORCH, hasilnya baik sehingga Metha yakin akan segera mendapatkan “momongan” yang didambakannya. Kehamilan ke-3 disambut seluruh keluarga dengan sukacita dan penuh harapan, apalagi usianya telah menginjak angka 30 tahun. Namun, kebahagiaan itu sirna. Ia mengalami keguguran lagi. Hasil pemeriksaan lengkap menunjukkan dia positif Anti Phospholipid Syndrome (APS).

Sistem Pertahanan Tubuh Kacau
Anti Phospholipid Syndrome (APS), merupakan penyakit autoimun yang ditandai dengan adanya antibodi antiphospholipid dan mengalami gejala trombosis (darah di pembuluh darah vena/arteri mudah membeku) atau mengalami keguguran berulang.

Antibodi adalah protein yang dihasilkan oleh sistem pertahanan tubuh untuk melawan benda asing yang menyerang tubuh, misalnya bakteri atau virus. Pada penyakit autoimun, kerja sistem pertahanan tubuh menjadi kacau sehingga sel atau komponen tubuh sendiri dianggap sebagai benda asing. Pada APS, tubuh menghasilkan Anti Phospholipid Antibody yaitu antibodi yang menyerang phospholipid yaitu asam lemak yang merupakan bagian dari jaringan lemak tubuh.

Darah Mudah Membeku
Beberapa jenis protein yang berperan dalam proses pembekuan darah, ternyata menjadi target yang diserang oleh antibodi phospholipid. Akibatnya, darah mudah membeku. Selain itu, antibodi phospholipid juga dapat menyerang protein yang terdapat sel endotel, yaitu sel-sel yang melapisi permukaan dinding pembuluh darah. Akibatnya permukaan pembuluh darah rusak dan memicu pembentukan bekuan darah. Antibodi phospholipid juga merangsang penggumpalan sel-sel pembekuan darah atau disebut Trombosis.

Trombosis dapat terjadi pada pembuluh darah vena maupun pembuluh darah arteri. Trombosis dapat menyebabkan kerusakan pada organ yang disuplai oleh pembuluh darah tersebut. Kerusakan dapat terjadi pada satu organ atau pada keadaan yang parah kerusakan dapat terjadi pada beberapa organ dan mengakibatkan kematian.

Penderita APS, dapat mengalami keguguran berulang karena darah pembawa nutrisi untuk janin terhambat, tidak dapat masuk ke dalam rahim. Keguguran dapat terjadi pada awal kehamilan atau pada usia kehamilan 3 bulan. Gejala lain yang dapat muncul adalah terjadinya pre-eclampsia (tekanan darah meningkat secara drastis).

Diagnosis
Seseorang positif APS jika memenuhi satu kriteria klinis dan satu kriteria laboratorium berikut ini.

Kriteria klinis

Trombosis Vaskular
Pernah mengalami (sekali atau lebih) trombosis di pembuluh darah arteri, vena atau pembuluh darah kecil pada jaringan atau organ tubuhnya. Adanya trombosis dipastikan dengan pemeriksaan imaging atau teknikDoppler atau pemeriksaan histopatologi (pemeriksaan jaringan tubuh menggunakan mikroskop).

Gangguan Kehamilan
# Janin dalam kondisi normal (tidak ada cacat) tetapi meninggal tanpa penyebab yang jelas ketika usia kehamilan mencapai 10 minggu atau lebih
# Pernah sekali atau lebih melahirkan bayi normal sebelum usia kehamilan mencapai 34 minggu (kelahiran prematur) karena pre-eclampsia atau eclampsia atau gangguan pada plasenta
# Mengalami keguguran (abortus spontan) minimal 3 kali berturut-turut pada usia kehamilan kurang dari 10 minggu, padahal ibu hamil tidak mengalami gangguan anatomi maupun hormon, dan tidak ada kelainan genetik pada kedua orangtua janin.

Kriteria laboratorium
1) Konsentrasi Anti Cardiolipin Antibody IgG atau IgM (ACA IgG/IgM) di dalam darah meningkat sedang atau tinggi pada > 2 kali pemeriksaan dengan selang waktu minimum 6 minggu.
2) Ditemukan Lupus Anticoagulant dalam plasma darah pada > 2 kali pemeriksaan dengan selang waktu minimum 6 minggu.

Mengobati APS
Wanita yang mengalami kasus keguguran janin secara berulang harus konsultasi pada dokter kandungan sedini mungkin untuk memeriksakan diri dan melakukan pemeriksaan darah (ACA IgG/IgM, Lupus Anticoagulant) terhadap kemungkinan APS.

Jika positif APS, harus diobati agar darah tidak mudah membeku atau menggumpal. Biasanya, pengobatan dilakukan secara rutin dengan cara menyuntikkan obat (misalnya aspirin, warfarin, heparin).

Referensi:
Hanly, J.G. Antiphspholipid Syndrome : an Overview. CMAJ 2003, 168 : 1675-1682
Chi, H.S. Recent Advances in the Diagnosis of Antiphospholipid Syndrome. International Journal of Hematology 2002. Supl. : 47-51
Christiani, S. & Kurniati H.D. Antiphospholipid Syndrome (APS). Laboratorium Klinik Prodia : Informasi Laboratorium 2004 (3) : 4-5

Banner-Herbavi-GIF
sumber: anakku.net

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Artikel terkait lainnya:

  1. 2 Faktor Penyebab Keguguran Kandungan
  2. Kenapa Wanita Hamil Butuh Lebih Banyak Zat Besi?
  3. Bahaya Toksoplasmosis pada Kehamilan

Komentar Anda