Testimoni herbavi Herbal Rahasia Wanita

Keputihan Saya Normal atau Penyakit?

keputihanKeputihan atau dalam bahasa kedokterannya disebut fluor albus atau leukorre adalah cairan yang keluar dari vagina atau liang kemaluan secara berlebihan. Setidaknya 80-90% wanita pernah mengalami yang namanya keputihan. Namun, apakah keputihan itu normal atau sudah masuk dalam kategori penyakit, itulah yang menjadi pertanyaan besar kaum hawa saat-saat ini.

Gejala Keputihan

Gejala keputihan yang normal biasanya dikaitkan dengan fungsi kelenjar di sekitar vagina, mulut rahim, maupun bagian dalam rahim yang menjadi lebih aktif akibat hormon.

Biasanya keputihan normal terjadi pada 2 minggu setelah haid. Begitu juga saat seorang wanita dalam kondisi terangsang secara seksual, maka produksi lendir vagina meningkat. Ini membuat vagina lebih lembab, sehingga memudahkan proses hubungan seksual sekaligus mencegah terjadinya iritasi pada vagina akibat gesekan.

Keputihan bisa menjadi tanda kesuburan seorang wanita. Keputihan juga bisa membersihkan kotoran yang mungkin menempel di vagina. Jadi, justru normal kalau vagina agak basah.

Ciri Fisik Keputihan

Secara fisik, keputihan normal tampak jernih seperti putih telur, tidak gatal atau pun bau. Namun jika lendir mulai lebih kental, berwarna putih susu, hijau kekuningan (seperti nanah), dan disertai dengan bau tak sedap dan rasa gatal, maka boleh dikata kondisi tersebut sudah tidak normal lagi.

Keputihan penyakit biasanya disebabkan oleh peradangan pada bibir kemaluan, vagina, atau mulut rahim. Keadaan tersebut bisa disebabkan oleh bakteri, jamur, parasit, maupun virus.

obat-keputihanWaspada Keputihan tak kunjung sembuh

Keputihan yang tak kunjung sembuh tak dapat dibiarkan begitu saja. Apalagi keputihan sering dikaitkan dengan kanker leher rahim. Segera temui dokter ahli kandungan untuk mendeteksi lebih akurat sehingga Anda tahu bagaimana cara menyembuhkannya.

Untuk mencegah terjadinya keputihan penyakit, maka perlu diperhatikan tentang kebersihan lingkungan, kamar mandi (khususnya WC), pakaian dan vagina itu sendiri.

Keringkan alat kelamin dengan handuk atau tisu bila berkeringat atau setelah buang air. Agar tidak terjadi infeksi dari mikro organisme yang berasal dari anus atau dubur, maka dianjurkan cebok dari arah depan ke belakang.

Selain itu, hindari pemakaian pakaian dalam yang ketat dari bahan yang tidak menyerap keringat. Sebaiknya gunakan bahan celana dalam dari bahan katun.

Bila menggunakan WC umum jangan cebok dengan air tergenang (di dalam bak). Pakailah air mengalir dari kran, karena dikhawatirkan air tergenang sudah terkontaminasi dengan jamur candida.

Hindari hubungan seksual sampai keputihan hilang.

Bila menggunakan sabun untuk membersihkan area V, maka pilihlah sabun yang bebas parfum, alkohol, dan bahan kimia agar keseimbangan alami daerah organ intim tetap terjaga.

Jika Anda menderita diabetes, maka usahakan agar gula tetap normal.

Jangan sepelekan bila si putih penyakit datang, karena berbagai penyakit berbahaya seputar rahim bisa ditimbulkan olehnya, seperti penyakit radang panggul, kehamilan di luar kandungan, persalinan prematur, kelahiran bayi dengan berat lahir rendah, maupun kanker rahim. Anda tak mau mengalaminya, bukan?!

Banner-Herbavi-GIF

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Artikel terkait lainnya:

  1. Tips Menghindari Keputihan
  2. Hati-hati Keputihan bisa Menyebabkan Gangguan Kesuburan
  3. Kenali Pemicu Rasa Gatal di Area Miss V !

Komentar Anda